Media Berbasis Digital dan Analog
Ian Widiasmara Levi
55414044
2IA13
Tugas Softskill
Television Analog
Televisi analog adalah perangkat yang
dipakai sebelum era digital. Televisi analog memvariasikan gelombang sinyal
frekuensi dari antena tv untuk mendapatkan informasi gambar lalu di
transmisikan pada layar kaca. Sistem yang digunakan dalam televisi analog NTSC
(national Television System Committee), PAL, dan SECAM. Kelebihan signal
digital dibanding analog adalah ketahanan terhadap noise dan kemudahannya
untuk diperbaiki di penerima
(receiver) dengan kode koreksi error (error correction
code ). Televisi analog dibuat dengan bahan yang sederhana dan tidak banyak
teknologi yang diterapkan didalamnya. Hal ini membuat tv analog memiliki
ketahanan yang bagus terhadap benturan. kerusakan pada sistem juga mudah diperbaiki.
Analog adalah sinyal berupa gelombang yang
kontinyu, membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua
parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah
amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk
gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan
phase. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
Phase adalah besar sudut dari sinyal analog
pada saat tertentu. Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik
(gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor ”pengganggu”.
Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses
pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang
berurutan. Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi
elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang
elektromagnetik.
Televisi Digital
Televisi digital merupakan jenis televisi
yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal
video, audio dan data ke televisi. TV Digital berarti sinyal yang dikirimkan
adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital
(Digital Broadcasting). Televisi resolusi tinggi atau high-definition
television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan
dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan 7.1 ALTEC. TV digital memiliki resolusi
yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur
jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada
biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang
digunakan. TV digital sekarang juga sudah dilengkapi dengan input USB,HDMI
sebagai perangkat untuk penyimpanan/ proyeksi video pribadi yang dimiliki oleh
pengguna.
Digital adalah sinyal data dalam bentuk pulsa
yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital
hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh
oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau
pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan
sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit.
Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0)
atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21).
Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan
11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit
adalah sebesar 2n buah.
Teknologi digital memiliki beberapa
keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu :
- Transmisi informasi lebih cepat.
- Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
- Informasi dapat dimodifikasi.
- Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
PERBEDAAN TELEVISI ANALOG DENGAN TELEVISI
DIGITAL
Perbedaan antara sistem penyiaran televisi
analog dan digital adalah pada penerimaan gambar lewat
pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi,
sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang.
Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati
sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan lainnya adalah pada komponen luar maupun dalam kedua perangkat. Tv digital memiliki
banyak komponen-komponen ringkih yang berisi
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim
tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim
analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan
pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital
(diskret) baru di pancarkan.
Untuk
menerima siaran digital untuk TV yang analog tidak terlalu mahal. Hanya dengan memasang antena dan
kemudian AV dicolokkan ke TV. Untuk
siaran TV satelit diberi nama DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di
daratan adalah DVB-T(Digital Video Broadcasting–Terresterial). Jika anda melihat MetroTV atau RCTI melalui
satelit, anda
bisa melihat siaran TV Digital. Televisi
tidak harus yang plasma atau HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka
memancarkan secara digital lewat satelit karena sudah dilengkapi dengan
receiver digital.
Cara kerja TV Analog
Sebuah kamera video (camcorder) mengambil
gambar. Kita menyebut proses pengambilan gambar ini sebagai shooting.
Kamera pada kamera video meraster
gambar-gambar shooting tersebut, yaitu mengubah gambar menjadi barisan
titik-titik tunggal yang disebut piksel. Tiap-tiap piksel ini mengandung
informasi tentang warna dan intensitas.
Deretan piksel ini digabungkan dengan
sinyal sinkronisasi, yang terdiri atas sinyal sinkronisasi horizontal
(horizontal sync) dan sinyal sinkronisasi vertikal (vertikal sync), sehingga
rangkaian elektronika dalam pesawat televisi kita dapat menampilkan deretan
piksel-piksel gambar hasil tangkapan camcorder.
Sinyal yang terakhir ini, yang mengandung
informasi warna dan intensitas tiap piksel dalam setiap barisnya, bersama-sama
dengan sinyal horizontal sync dan vertical sync, disebut sebagai sinyal video
komposit. Tentang suaranya, diproses secara terpisah. Jika Anda memperhatikan
VCR Anda dan menemukan sebuah colokan warna kuning, maka jalur itu adalah jalur
untuk sinyal video komposit. Sedangkan untuk jalur suara, biasanya digunakan
warna putih (pada VCR yang tidak memiliki fitur stereo) atau warna putih dan
merah (untuk VCR dengan fitur stereo). Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan
terhadap sinyal komposit dan sinyal audio (suara), antara lain:
Kita dapat memancarkan (menyiarkan) kedua
sinyal tersebut dalam bentuk gelombang radio. Saat kita memasang antena ke
pesawat televisi kita dan menangkap siaran stasiun lokal secara bebas, berarti
kita sedang menerima siaran televisi dari stasiun televisi lokal.
Kita dapat merekam kedua sinyal tersebut
degan menggunakan sebuah VCR.
Kita dapat mentransmisikan (menyalurkan)
sinyal-sinyal tersebut melalui sebuah sistem yang disebut sistem televisi kabel
bersama-sama dengan ratusan sinyal komposit lainnya.
Ketika sebuah sinyal video komposit
dipancarkan di udara oleh sebuah stasiun televisi, gelombang video komposit
tersebut dipancarkan pada sebuah frekuensi tertentu. Sinyal video komposit
dipancarkan sebagai sinyal AM (amplitudo modulasi) sedangkan gelombang suara
dipancarkan sebagai sinyal FM (frekuensi modulasi) dalam rentang frekuensi ini.
Jika VCR kita akan menampilkan sinyal pada
sebuah TV analog yang normal, maka VCR akan mengambil sinyal video komposit dan
sinyal suara dari pita kemudian memodulasi sinyal tersebut menjadi gelombang
pembawa berfrekuensi 60 Mhz (saluran 3) atau frekuensi 66 Mhz (saluran 4),
seperti halnya yang dilakukan oleh stasiun televisi. Tetapi untuk VCR, sinyal
tersebut tidak dipancarkan melainkan dikirim langsung ke TV. Kotak antena pada
sistem televisi kabel atau televisi satelit melakukan hal sama.
Cara kerja TV digital
TV Digital memiliki hasil siaran dengan
kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi
analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan
stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan
kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi
tinggi.Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi
mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Frekuensi TV Digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi
radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran
televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi
analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog
memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital
dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan
sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi
penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital
dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi
sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan
suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kameravideo.
Keunggulan frekuensi TV Digital
Siaran menggunakan sistem digital memiliki
ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui
kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih
akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu
siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.
Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar
pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV
Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat.
Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi
berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran
berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi
menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital
berperan sebagai operatorpenyelenggara jaringan televisi digital sementara program
siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran
televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun
teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi
berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.
Siaran televisi digital terestrial dapat
diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi
bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat
menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai
kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui
modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan
modem,jaringantelepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk
mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan
suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan,
antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan
digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif
untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV,LDMS,
VSAT, DECT, dan GSM.
Komentar
Posting Komentar